JAKARTA – Munculnya berbagai bentuk media sosial telah membuat orang-orang menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas online. Hal tersebut membuat mereka tak punya waktu lagi untuk membaca buku konvesional.

Menanggapi hal itu, Co-Founder Komunitas Baca Labasa, Syukron Ali memaparkan bahwa perkembangan teknologi tak membuat minat membaca orang Indonesia menurun. Justru beragam media tersebut meningkatkan peluang membaca.

“Kalau buku secara fisik iya. Tapi kalau peluang dan kesempatan untuk membaca makin terbuka lebar,” ujarnya kepada Okezone, baru-baru ini.

Dia menuturkan, kebanyakan media sosial yang ada mayoritas masih menggunakan tulisan. Jadi, setidaknya meski hanya iseng, itu tanda bahwa mereka memiliki rasa penasaran terhadap suatu hal.

“Kalau mereka penasaran artinya pertumbuhan minat membaca semakin bertambah. Sejauh ini mereka buka aplikasi atau medsos kan untuk cari informasi,” terangnya.

Oleh karena itu, imbuh Ali, melalui komunitas Labasa, pihaknya ingin menjadi fasilitator dan tempat belajar bagi para kaum urban (khususnya di kota-kota besar) yang belum atau tidak sempat belajar di bangku formal hingga pendidikan tinggi.

“Karena kami yakin, orang yang pandai itu bukan hanya yang duduk di bangku kuliah, tapi orang pandai itu adalah orang yang suka membaca,” tukasnya. (rfa)

Sumber: Okezone

Leave a Comment