JAKARTA – Minimnya sarana dan prasarana buku bacaan di daerah pelosok menjadi kendala dalam meningkatkan minat baca. Hal ini diperparah dengan angka buta aksara yang cukup tinggi di sejumlah daerah.

Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Tony Herbiyansyah mengatakan, masyarakat di daerahnya punya minat baca yang tinggi. Sayangnya, ketersediaan buku bacaan masih terbatas. Oleh sebab itu, dia merasa bersyukur Kolaka Timur menjadi salah satu kabupaten yang mendapat bantuan mobil perpustakaan keliling.

“Mobil perpustakaan akan mobile ke desa-desa terpencil. Karena kalau di kota, mendapat akses buku masih mudah,” ujarnya di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Dia menjelaskan, dari 133 desa di Kolaka Timur, 50 persen di antaranya masih terpencil. Sedangkan untuk angka buta aksara sudah relatif, rendah, yakni di bawah lima persen.

“Sementara untuk meningkatkan minat baca masyarakat, kami memberi pemahaman bahwa pengetahuan bisa meningkatkan derajat mereka, dan itu ditempuh dengan sekolah dan membaca,” paparnya.

Tony mengungkapkan, pada 2017 telah menganggarkan Rp1 miliar dari APBD untuk menunjang perpustakaan. Dibandingkan dengan menambah jumlah mobil perpustakaan keliling, dia pun lebih memilih untuk memperbanyak jumlah bacaan.

“Anggarannya untuk menambah buku, operasional, pemeliharaan mobil, dan termasuk honor pustakawan. Kami ingin siapkan yang ada dulu. Nanti kalau beli-beli lagi belum tentu bisa terpakai secara maksimal,” tukasnya.(sus)

Sumber

Leave a Comment