Shakaro.or.id- When I was child, I was dreaming about better future with technology.

Ketika itu seorang sahabat mencurahkan imajinasi dan impiannya mengenai kemudahan hidup masa depan dengan teknologi.
Saat itu satu-satunya ‘ramalan’ masa depan yang jadi bahan imajinasi adalah lagu tahun 2000nya Nasida Ria. Lewat lagu itu, kami berpikir bahwa robotisasi di masa depan akan memudahkan semua aktifitas manusia. Mulai dari makan, minum, sampai ambil baju di lemari.
Ya, sacam Jarvis nya Tony Stark si manusia besi dari komiknya Marvel itu. Robot jadi temen manusia sehari-hari menjadikan hidup semakin hidup dengan perkembangan teknologi.

Hari ini, setidaknya lewat kemudahan berkomunikasi sebagian urusan manusia semakin dimudahkan.
Mau makan tinggal klik dilayar genggam, jelang bebeapa menit makan siap telah datang di depan rumah. Meu beli baju tak perlu keluar rumah, apalagi harus memarkirkan kendaraan yang harganya semakin bertambah jam semakin mahal.
Beli tiket tak perlu antri di loket, mau pesen kamar hotel nggak perlu lagi datang ke hotel terdekat. Mau tanya layanan perbankan juga nggak harus pergi ke kantor cabang. Semua sudah tersedia dalam genggaman.
Teman di ujung dunia sekalipun serasa tak ada jarak. Kapan saja, di mana saja bisa dengan mudah melihat wajah dan mendengar suaranya. Mayoritas urusan bisnis pun di kerjakan lewat instans messanger Semua mudah dan tersedia dalam genggaman.

Hanya saja, semua kemudahan itu menjadikan kita semakin sibuk. Waktu dua puluh empat jam serasa perlu direvisi, jika perlu melayangkan gugatan kepada pemilik waktu agar durasi sehari ditambah 4-5 jam lagi.

Tenaga dan pikiran kita terpecah menjadi dua dunia, antara dunia nyata dan dunia maya. Aku hanya membayangkan akan semakin sibuk dan padatnya jadwal manusia jika dunia maya sudah mampu mendayagunakan semua indera.

Sebab, tingkat tertingi teknologi saat ini baru bisa mendayakan indera penglihatan dan pendengaran.
Sekalipun Virtual Reality, hanya menyentuh ranah penglihatan dan pendengaran.

Jikalau ada sosok nampak nyata didepan mata, tak akan mampu diraba sebagaimana kau menyentuh kulit istri atau suamimu sendiri.
Singkatnya, selain memudahkan gerak langlah manusia, perkembangan teknologi juga cukup berperan menguras tenaga dan waktu.

Leave a Comment